Home » Artikel » Zuhud itu Bukan Sekedar tidak Ada Keinginan Terhadap Dunia …?

Zuhud itu Bukan Sekedar tidak Ada Keinginan Terhadap Dunia …?

Zuhud itu Bukan Sekedar tidak Ada Keinginan Terhadap Dunia …?

Mutiara Nasehat para Ulama Salaf

 

Zuhud sangat erat kaitannya dengan keinginan mendapatkan kehidupan dunia maupun akhirat.
Allah berpesan,

مَن كَانَ یُرِیدُ حَرۡثَ ٱلۡـَٔاخِرَةِ نَزِدۡ لَهُۥ فِی حَرۡثِهِۦۖ وَمَن كَانَ یُرِیدُ حَرۡثَ ٱلدُّنۡیَا نُؤۡتِهِۦ مِنۡهَا وَمَا لَهُۥ فِی ٱلۡـَٔاخِرَةِ مِن نَّصِیبٍ.

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.(Surat Asy-Syura : 20)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Firman Allah,

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ}

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. (Surat Asy-Syura : 20)

Yakni barang siapa yang beramal untuk akhirat, Kami akan menguatkannya dan menolongnya untuk melakukan apa yang menjadi tujuan niatnya, maka Kami akan mengembangkan keuntungannya dan membalasnya dengan pahala satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, hingga kelipatan yang dikehendaki oleh Allah.

{وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ}

dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tak ada baginya suatu bagian pun di akhirat. (Surat Asy-Syura : 20)

Artinya, barang siapa yang tujuan usahanya hanya semata-mata mencari sesuatu keuntungan duniawi, sedangkan untuk kepentingan akhiratnya tidak terlintas sedikit pun dalam hatinya, maka Allah mengharamkan baginya keuntungan di negeri akhirat. Sedangkan keuntungan dunia, jika Allah menghendakinya, maka Dia memberinya; dan jika tidak menghendakinya, maka Dia tidak memberikan kepadanya, baik keuntungan di dunia maupun keuntungan di akhirat. Dan orang yang berusaha dengan niat ini memperoleh kerugian di dunia dan di akhirat. Dalil yang menunjukkan bahwa ayat ini terikat dengan ayat yang ada di dalam surat Al-Isra ialah firman Allah :

{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا كُلا نُمِدُّ هَؤُلاءِ وَهَؤُلاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَلَلآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلا}

“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibatasi dengan baik. Kepada masing­ masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya.” (Surat Al-Isra : 18-21)

As-Sauri telah meriwayatkan dari Ma’mar, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka’b رضي الله عنه yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بالسَّنَاء وَالرِّفْعَةِ، وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ، فَمِنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا، لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ”

Umat ini mendapat berita gembira dengan beroleh keluhuran, ketinggian, pertolongan, dan kedudukan yang teguh di muka bumi. Maka barang siapa di antara mereka yang mengerjakan amal akhirat untuk kepentingan dunianya, maka tidak ada bagian baginya kelak di negeri akhirat.
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Imam Ibnu Katsir)

Zuhud adalah amalan yang mulia yang dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan didunia dan di akherat.

Namun sayang, amalan ini banyak disalah pahami oleh kebanyakan orang-orang Sufy. Mereka mengira Zuhud itu hanya sekedar menjauhi dunia semata. Padahal Zuhud tidaklah seperti yang mereka kira. Manusia yang paling Zuhud adalah Rasulullah ﷺ lalu para sahabatnya. Mereka telah mempraktekkan Zuhud dalam kehidupan kesehariannya.

Nabi ﷺ pernah didatangi seorang sahabat meminta ditunjukkan amalan yang bisa mendatangkan kecintaan Allah dan juga kecintaan manusia, maka beliau menjawab,

«اِزْهَدْ فِـي الدُّنْيَا ، يُـحِبُّكَ اللّٰـهُ ، وَازْهَدْ فِيْمَـا فِي أَيْدِى النَّاس ، يُـحِبُّكَ النَّاسُ».

“Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” (HR. Ibnu Mâjah no. 4102 dihasankan Al-Albany)

Dengan zuhudnya, Rasulullah ﷺ dan para sahabat mendapatkan kemuliaan didunia dan juga di akherat.

Mereka mencari harta dengan usaha, mereka juga berperang untuk mengalahkan musuhnya sehingga mendapatkan rampasan harta yang melimpah. Harta datang berlimpah kepada mereka, namun mereka tidak silau dengan dunia. Bahkan dunia datang terhina dan hati mereka tidak terpaut dengannya melainkan sekedar mengambil untuk bekal menyusuri kehidupan dunia untuk mengokohkan peribadatan dan jihad di jalan Allah.

قال إبراهيم ابن أدهم رحمه الله تعالى:
الزهد فراغ القلب من الدنيا لا فراغ اليد.

📚 درر من اقوال أئمة السلف (kalemtayeb.com)

Berkata Imam Ibrahim bin Adham رحمه الله,
Zuhud itu adalah kosongnya hati dari dunia bukan kosongnya tangan (dari harta)

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃 Ustadz Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

About Abu Syifa

Check Also

TAUHIDNYA PARA PENAKUT

TAUHIDNYA PARA PENAKUT   Syaikh ‘Abdul ‘Aziz As Sadhan hafidzahullah bercerita tentang gurunya Syaikh Bin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *