Home » Artikel » Studi Tambahan Lafadz Hadits yang Dinilai Lemah dalam Kitab Al-Ahadits As-Shahihah, Karya Syaikh AlAlbani (2)

Studi Tambahan Lafadz Hadits yang Dinilai Lemah dalam Kitab Al-Ahadits As-Shahihah, Karya Syaikh AlAlbani (2)

Studi Tambahan Lafadz Hadits yang Dinilai Lemah dalam Kitab Al-Ahadits As-Shahihah, Karya Syaikh AlAlbani (2)

💠 Oleh Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim (Hafidzahullah)

📘 TAMBAHAN LAFADZ :
“Dan setiap kesesatan adalah di neraka.”

📗 DALAM HADITS :

Dari Jabir bin Abdillah –Semoga Allah meridhainya- mengenai sifat khutbah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Aku berkata : Hadits Jabir bin Abdillah –semoga Allah meridhainya- :

Diriwayatkan oleh Ibnu Mubarak dalam Musnad (no : 78), Ahmad (no: 3/319, 371), Muslim (2/592), An-nasa’I (3/188), dan dalam al-Qubra, Tuhfa : 2/274), Ibnu Majah, (no: 45), al-Baihaqy dalam al-Qubra (3/213), dari jalan Ja’far Muhammad al-Hasyimy, dari Bapaknya, dari Jabir semoga Allah meridhainya, ia berkata :

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila ia berkhutbah (dalam riwayat yang lain),
Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika berkhutbah, maka kedua matanya memerah, suaranya tinggi, dan kemarahannya sungguh-sungguh. Seolah-olah Beliau memperingatkan tentara dengan mengatakan:’ Musuh akan menyerang kamu pada waktu pagi’, ‘Musuh akan menyerang kamu pada waktu sore’. Aku diutus, sementara antara aku dan hari kiamat adalah seperti dua jari ini (yakni jari telunjuk dan jari tengah).”

Amma Ba’du :”maka sebaik-baik perkataan adalah kitabullah. Dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan(bid’ah), dan setiap bid’ah adalah sesat.”

ADAPUN TAMBAHAN : “Dan semua kesesatan adalah di neraka”.

An-Nasa’i telah menyendiri dalam dalam meriwayatkan (3/188) : Telah menceritakan kepada kami ‘Utbah bin Abdillah, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Mubarak, dari Sufyan, dari Ja’far bin Muhammad, dari Bapaknya, dari Jabir dengan tambahan ini.

Aku berkata : Perkara dalam tambahan ini ada pada guru An-Nasa’i, yaitu ‘Utbah bin Abdillah. Ibnu Mubarak mengeluarkan hadits ini dalam Musnadnya tanpa menyebutkan tambahan ini.
Demikian pula setiap perawi yang meriwayatkan hadits ini dari Sufyan, diantaranya adalah Waqi’ bin Jarrah, mereka tidak menyebutkan tambahan ini.

Demikian pula semua perawi yang meriwayatkan hadits ini dari Ja’far bin Muhammad al-Hasyimy, mereka tidak menyebutkan tambahan ini. Sehingga dengan demikian ‘Utbah bin Abdillah telah menyelisihi jama’ah (orang banyak), yang lebih kuat riwayatnya.

Kemudian Aku telah mendapatkan penguat dalam As-Syariah karya al-Ajurry (1/170), yaitu dari Hiban bin Musa, hanya saja dari riwayat al-Faryaby dari ‘Utbah bin Abdillah. Dan perkiraan kuat saya, bahwa dia telah keliru, Karena hadits yang ada dalam musnad karya Ibnu Mubarak adalah dari riwayat al hafidz al kabir al hasan bin Sufyan, dari hiban bin Musa, dari Ibnu Mubarak tanpa menyebutkan tambahan.

Akan tetapi tambahan ini adalah tambahan yang shahih dari ucapan yang Umar bin Khattab –semoga Allah meridhainya-.

Ibnu Waddhah mengeluarkan dalam “al-Bida” (hal: 60): Telah menceritakan kepada kami asad, dari Sufyan bin ‘Uyainah, dari hilal al-Wazzan, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami syaikh kami yang lama, Abdulllah bin ‘Aqim, dari Umar -semoga Allah meridhainya- sesungguhnya ia berkata :

“Sesungguhnya sebenar-benar firman adalah firman Allah, dan sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petuntuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya sejelek perkara adalah kebid’ahan, ketahuhilah sesungguhnya semua perkara baru adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan ada di neraka.” Sanadnya adalah hasan karena keadaan Asad bin Musa

📚 [ Tambahan lafadz yang lemah dalam kitab Al-Ahadits As-Shahiha, karya Syaikh Al-Albani (Rahimahullah), karya Syaikh ‘Amr Abdul Mun’im Salim (Hafidzahullah), hal : 7-8 ]

✒ Alih Bahasa
Hamidin As-Sidawy (27/03/1442 H)

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣_____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: Be the first one !

About Abu Syifa

Check Also

TAUHIDNYA PARA PENAKUT

TAUHIDNYA PARA PENAKUT   Syaikh ‘Abdul ‘Aziz As Sadhan hafidzahullah bercerita tentang gurunya Syaikh Bin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *