Beranda » Artikel » STUDI HADITS YANG DINILAI PALSU (7)

STUDI HADITS YANG DINILAI PALSU (7)

🔰 STUDI HADITS YANG DINILAI PALSU (7)

OLEH IMAM MUHAMMAD NASIRUDDIN AL ALBANI DALAM SUNAN AL-ARBA’AH

 

💠 At-Tirmidzi –semoga Allah merahmatinya- berkata : (No : 2505).

📕 Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani’, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hasan bin Abi Yazid Al hamdany, dari tsaurah bin Yazid, dari khalid bin ma’dan, dari Mu’adz bin jabal ia berkata : Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa mencela saudara karena dosa yang ia lakukan maka tidaklah ia meninggal sebelum ia mengerjakan dosa tersebut.”

Syeikh Al-Albany berkata dalam “Ad dha’ifah” (no : 178) : “hadits ini adalah palsu“.

Dikeluarkan oleh Tirmidzi (3/318), Ibnu Abi Dunya dalam “Dzammu al-Ghaibah”, Ibnu Ady (2/296), Al-Khatib dalam “At-Tarikh” (2/339-340), dari jalan Muhammad bin Hasan bin Abi Yazid Al-Hamdany, dari tsaurah bin Yazid, dari khalid bin ma’dan, dari Mu’adz bin jabal secara marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Tirmidzi berkata : Ini adalah hadits hasan gharib dan sanadnya tidak bersambung karena Khalid bin ma’dan tidak pernah berjumpa dengan Mu’adz bin jabal.

Syaikh Al-Albany berkata : “Jika demikian bagaimana menjadi hasan? Karena disamping terputus, di dalamnya terdapat perawi Muhammad bin Hasan. Dan dia telah didustakan oleh Ibnu Ma’in dan Abu Dawud, sebagaimana yang datang dalam Mizan.

Kemudian ia membawakan hadits ini.

Oleh karena itu, as-Shaghany memasukkan hadits ini dalam “Al-Maudhu’at” (hal : 6). Sebelumnya juga Ibnu Al-Jauzi (3/82) menyebutkan dari jalan Ibnu Abi Dunya, kemudian ia berkata : tidak shahih, karena Muhammad bin Al-Hasan adalah seorang pendusta. As-Suyuti mengomentarinya dalam “La’aly” seraya mengatakan: Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan ia berkata : “Hadits hasan gharib dan mempunyai penguat.

Syaikh Al-Albany berkata : “Kemudian ia (Tirmidzi) menyebut penguat, yaitu dari jalan Al-Hasan, ia mengatakan: “Dahulu mereka mengatakan : Barangsiapa yang menuduh saudaranya berdosa padahal ia telah bertaubat darinya, maka ia tidak meninggal sehingga Allah akan menimpakan kapadanya dosa tersebut.”

Disamping hadits ini tidak marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), maka di dalam sanadnya terdapat Shalih bin Basyir Al-Murry sedangkan dia adalah lemah sebagaimana dalam “Taqrib” maka tidak layak menjadi penguat karena kelemahannya dan tidak sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Ahmad meriwayatkannya dalam “Zawaid Az-Zuhd” (hal : 281), ia berkata : dikabarkan kepadaku dari Sayyar : Telah menceritakan kepadaku Shalih Al Murry, ia berkata : Aku mendengar Hasan. Maka ia menceritakannya.
Hadits ini mempunyai penguat yang lain, yang marfu‘, akan tetapi hadits tersebut lemah. Lihatlah jawaban Ibnu Hajar terhadap pertanyaan Al-Qhazwiny beserta pendahuluanku yang tertulis di kitab “AL-MISYKAH” dengan tahqiq kami (hal : 3). Hadits ini ada dalam “DHA’IF AL-JAMI“, (No : 5722).

📚 (Terjemah dari Kitab Ahadits As-Sunan Al arba'ah Al maudhu'ah, Hal : 19-20
Penyusun, Syeikh Muhammad Syuman Ar-Ramly) ✒ Alih Bahasa : Ustadz Abu Harits Hamidin As-Sidawy, Lc. (17/03/1442 H)
User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *