Huis » artikelen » Memperbanyak Kebaikan dan Menjauhi yang Dilarang

Memperbanyak Kebaikan dan Menjauhi yang Dilarang

Memperbanyak Kebaikan dan Menjauhi yang Dilarang

Parels van advies van Salaf Ulama

 

Jika seseorang meninggalkan larangan Allah dengan sungguh-sungguh pasti akan dimudahkan. Lalu apapun yang diperintahkan oleh Allah dia jaga dan dilakukan maka akan mendapatkan manfaat cepat maupun lambat. Begitupun sebaliknya, larangan Allah yang dikerjakan manusia akan mendapatkan balasannya cepat maupun lambat. Cuma masalahnya ada yang tahu dan tidak tahu, kebanyakan tidak tahu.

Allah menjamin balasan yang lebih baik dan sempurna bagi yang melakukan kebaikan, namun juga mengancam akan memberikan balasan yang setimpal bagi yang melakukan kejelekan.

مَن جَاۤءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَیۡرࣱ مِّنۡهَاۖ وَمَن جَاۤءَ بِٱلسَّیِّئَةِ فَلَا یُجۡزَى ٱلَّذِینَ عَمِلُوا۟ ٱلسَّیِّـَٔاتِ إِلَّا مَا كَانُوا۟ یَعۡمَلُونَ.

Barangsiapa yang datang dengan (brengen) mooi zo, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (brengen) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.
[Surat Al-Qashash : 84]

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi,
Allah mengabarkan tentang pelipatgandaan karunia-Nya dan kesempurnaan keadilan-Nya, seraya berfirman, “Barangsiapa yang datang dengan (brengen) mooi zo,” Dia mempersyaratkan di dalam kebaikan itu harus dibawa oleh si pelaku. Sebab bisa jadi dia melakukannya akan tetapi dibarengi dengan sesuatu yang tidak bisa diterima, atau sesuatu yang dapat membatalkannya. Orang yang seperti ini tidak disebut datang dengan membawa kebaikan. kebaikan adalah kata jenis (algemene betekenis) mencakup seluruh apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, berupa perkataan dan perbuatan yang lahir dan yang batin, yang berhubungan dengan hak Allah dan hak-hak manusia. “maka dia mendapatkan (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu,” maksudnya, yang lebih besar dan lebih banyak. Di dalam ayat lain disebutkan, “maka baginya 10 kali lipat” (Al-An’Am : 160). Pelipatgandaan kebaikan ini adalah suatu keharusan. Dan kadang-kadang ia dibarengi dengan sebab-sebab yang bisa menambah pelipatgandaan pahalanya, seperti yang difirmankan Allah, “dan Allah melipatgandakan bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah Dzat yang Maha Luas rahmat-Nya dan Maha mengetahui” (Al-Baqarah : 261), tergantung kepada keadaan pelaku, goed doel, manfaat, kedudukan dan tempatnya. “Dan barangsiapa yang datang dengan (brengen) kejahatan,” yaitu segala hal yang dilarang oleh pembuat syariat dengan larangan yang bermakna pengharaman, “maka orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu tidaklah diberi pembalasan, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” Sebagaimana Firman Allah, “Barang siapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barang siapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).” (Al-An’Am : 160).
(An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi)

Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullahu,
Woord van God :

{مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ}

Barang siapa yang datang dengan (brengen) mooi zo. (Surat Al-Qashash : 84)
Yakni kelak di hari kiamat.

{فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا}

maka baginya (pahala) yang lebih baik daripadanya. (Surat Al-Qashash : 84)

Yaitu pahala Allah lebih baik daripada amal baik hamba-Nya, karena Allah melipatgandakan pahala-Nya dengan lipatan yang banyak sekali sebagai kemurahan dan karunia dari-Nya. Dalam firman selanjutnya disebutkan:

{وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلا يُجْزَى الَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ إِلا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

dan barang siapa yang datang dengan (brengen) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. (Surat Al-Qashash : 84)

Semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

{وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ}

Dan barang siapa yang membawa kejahatan, maka disungkur-kanlah muka mereka ke dalam neraka. Tiadalah kamu dibalasi, melainkan (setimpal) dengan apa yang dahulu kamu kerjakan. (Surat An-Naml : 90)
Ini merupakan kemurahan, karunia, serta keadilan dari Allah.
(Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim, Imam Ibn Kathir)

Dengan kebaikan, manusia bisa saling berbagi kebahagiaan dan memberi banyak manfaat baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Dan betapa besar sekali faedah kebaikan itu.

Diantara faedahnya,
· Kebaikan itu menjadi hal yang sangat Allah cintai.
وَأَحۡسِنُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ.
Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik“. (Surat Al-Baqarah : 195)

· Balasan kebaikan itu berupa kebaikan juga.
هَلۡ جَزَاۤءُ ٱلۡإِحۡسَـٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَـٰنُ.
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (rood)“. (Surat Ar-Rahman : 60)

· Sekecil apapun kebaikan itu akan dibalas oleh Allah, supaya manusia tidak menganggap remeh akan hal itu.
فَمَن یَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَیۡرࣰا یَرَهُۥ
وَمَن یَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةࣲ شَرࣰّا یَرَهُۥ.
Barangsiapa yang berbuat kebaikan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang berbuat kejahatan (sebesar biji dzarrah), niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula“. (Surat Az-Zalzalah : 7-8)

· Allah akan selalu melimpahkan rahmatnya atas kebaikan yang diperbuatnya.
إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِیبࣱ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِینَ.
Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik“. (Surat Al-A'raf : 56)

· Kebaikan yang kita rasakan adalah cerminan atas kebaikan yang kita perbuat sebelumnya.
إِنۡ أَحۡسَنتُمۡ أَحۡسَنتُمۡ لِأَنفُسِكُمۡۖ وَإِنۡ أَسَأۡتُمۡ فَلَهَاۚ.
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, vervolgens (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri“. (Surat Al-Isra’ : 7)

Sufyan Al-Thawri, moge God hem genadig zijn, zei:
عليك بكثرة المعروف يؤنسك الله بقبرك، واجتنب المحارم تجدْ حلاوة الإيمان.

📚 parels van de uitspraken van de imams van de voorganger (kalemtayeb.com)

Berkata Imam Sufyan Ats-Tsaury, moge God hem genadig zijn,
Wajib bagi kalian untuk memperbanyak berbuat baik niscaya Allah melapangkan kuburmu, dan jauhilah perkara yang haram niscaya kamu akan mendapati manisnya iman.

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc.

__⁣⁣_⁣ ________________________

Multaqa Duat Indonesië - MDI

( Da'i Salafy Da'wah Preaching Forum, Ahlu Sunnah wal Jama'ah Se-Indonesië )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref = delen
✉️ E-mail : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Hopelijk istiqomah en hopelijk wordt dit programma een toegangspoort voor Hasanat, Barokah en Jariyah voor ons allemaal. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣ _____

📦 Infaq donatie voor regeneratieprogramma, Da’i Pedalaman, De mensheid, Prediking, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, Geen Rek 711-615-0578 (bankcode: 451), Namens: Multaqo Du’at

Bevestig de overdracht via Whatsapp / sms in formaat:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da'i

Voorbeeld:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_ Da'i cadre

Verzenden naar nummer:

📱 082297975253

paragraaf. Amrullah Akadhinta (MDI Penningmeester)

Gebruikersbeoordeling: Wees de eerste !

Over Abu Syifa

Controleer ook

Als het geloof in je borst te dun is, Dit is wat er gaat gebeuren

“Een persoon kan lange afstanden afleggen om tientallen kilometers af te leggen, alleen maar om een ​​immorele daad te begaan, namun

Laat een antwoord achter

Uw e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Verplichte velden zijn gemarkeerd *