Accueil » articles » Hati-Hati dari Tahrisy Syaithan

Hati-Hati dari Tahrisy Syaithan

Hati-Hati dari Tahrisy Syaithan

 

Perpecahan yang terjadi ditengah-tengah jama’ah kaum muslimin yang marak terjadi tidak lain karena tahrisy syaithan yaitu bisikan untuk memecah belah. Inilah penyakit yang paling berbahaya yang tumbuh subur diantara komunitas jamaah atau organisasi Islam disemua negeri Islam sekarang ini.

Setan itu sebenarnya sudah putus asa untuk disembah. Namun setan memerintahkan melalui bisikanna kepada manusia untuk mengerjakan semua jenis kejelekan, sebagaimana firman Allah :

إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ

"Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." [Surat Al-Baqarah: 169]

Dit Shaykh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di,
Le sens du mot:

{ السُّوٓءِ }

Kata As-Suu’ : yaitu segala sesuatu yang buruk bagi jiwa dan menyebabkan rasa sedih dan gundah, termasuk di dalamnya seluruh dosa.

Sedangkan makna

{ ٱلۡفَحۡشَآءِ }

Al-Fahsyaa’ : yaitu Setiap perbuatan buruk seperti zina, liwath (homo sexual), avare, dan segala macam maksiat yang merupakan keburukan yang berat.

La signification du verset:
Allah memberitahukan bahwa setan hanya akan memerintahkan kepada hal yang membahayakan bagi jasmani dan rohani mereka. As-Suu’ adalah setiap yang buruk bagi jiwa, et al-Fahsyaa’ adalah perbuatan keji dan akhlak yang buruk, dan yang paling parah dari itu semua adalah setan memerintahkan mereka untuk berdusta atas nama Allah, dengan mengatakan atas nama Allah apa yang tidak mereka ketahui, sehingga mengharamkan dan menghalalkan serta mensyariatkan sesuatu dengan berlindung di balik nama Allah. Sedangkan Allah Ta’ala berlepas diri dari itu semua, dan ini merupakan bencana besar wal’iyadzubillah. Sampai mereka berpaling dari bimbingan Allah dan mengikuti langkah-langkah setan yang merupakan musuh mereka, dan melakukan perbuatan buruk dan keji serta menghalalkan, mengharamkan, dan mensyariatkan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah.
(Taisir Karim Ar-Rahman Syaikh Abdurrahman As-Sa’di)

Jadi setelah tegaknya risalah Islam, setan itu bisanya hanyalah memerintahkan manusia untuk melakukan seluruh jenis dosa yang jelek yang akan berakibat buruk bagi mereka, dan berbuat maksiat yang mengandung keburukan yang paling parah, dan memerintahkan mereka untuk mengada-ngada kebohongan terhadap Allah berupa tindakan mengharamkan perkara halal dan lainnya tanpa ada pengetahuan yang benar. Lalu membisiki mereka untuk berbuat kerusakan dengan cara memecah belah barisan mereka, sehingga terjadi keretakan dan permusuhan yang berakibat ditinggalkannya syariat Allah.

Nabi ﷺ mengingatkan akan adanya tahrisy syaiton yang membahayakan persatuan ummat, beliau bersabda:

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ

"Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah kaum muslimin/mukminin di jazirah Arab, akan tetapi (setan) akan selalu mengadu domba di antara mereka". (HR musulman, 2812)

Walaupun syaithan telah berputus asa dari disembah oleh manusia, tapi dia masih bersemangat untuk menghancurkan manusia melalui jalan lain, C'est tahrisy (bisikan untuk berpecah belah) sehingga terjadi perpecahan, persengketaan dan permusuhan yang panjang dan tidak berkesudahan.

أَلَا إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يُعْبَدَ فِي بَلَدِكُمْ هَذَا أَبَدًا، وَلَكِنْ سَيَكُونُ لَهُ طَاعَةٌ فِي بَعْضِ مَا تَحْتَقِرُونَ مِنْ أَعْمَالِكُمْ فَيَرْضَى بِهَا

"Trouver, sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di negeri kalian ini selamanya. Akan tetapi ia akan mendapatkan ketaatan pada sebagian amal perbuatan yang kalian hinakan, sehingga ia (setan) ridla dengannya".
(HEURE. Ibn Majah |, 3046 dihasankan Al-Albani)

Setan membuat tahrisy dengan membawa permusuhan dan kebencian di antara mereka, sebagaimana firman Allah :

إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ

"Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat," [Surat Al-Maidah : 91]

Dit Shaykh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar,
Sesungguhnya melalui godaannya untuk melakukan kemungkaran ini, setan ingin meletakkan permusuhan dan kebencian di antara kalian dengan meminum khamr dan berjudi karena keduanya adalah sumber keburukan di dunia, dan keduanya itu mengandung kerusakan dalam urusan agama, yaitu menghalangi untuk ingat kepada Allah dan shalat fardhu karena hilangnya agama dan harta dunia kalian. Maka apakah kalian akan meninggalkan hal tersebut sampai akhir waktu? Umar dan sahabat lainnya berkata: “Kami benar-benar berhenti, wahai Tuhan” lalu mereka membuang khamr itu.
(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Shaykh Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar)

📌Melihat kenyataan fenomena perpecahan melalui tahrisy ini,
Kaum muslimin harus terus menerus hati-hati dan waspada dari model tahrisy syaithan ini.

Jangan sampai syaithan bisa menyusupkan benih-benih perpecahan melalui diri kita.
Jangan sampai kita menjadi alat propaganda syaithan dengan menjadi provokator dan penyusup perpecahan diantara jamah kaum muslimin.

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

__⁣⁣_⁣ ________________________

Multaqa Duat Indonésie - MDI

( Forum de prédication de Da'i Salafy Da'wah, Ahlu Sunnah wal Jama'ah Se-Indonésie )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Télégramme: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref = partager
✉️ Courriel : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Espérons qu'istiqomah et j'espère que ce programme sera une passerelle pour Hasanat, Barokah et Jariyah pour nous tous. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣ _____

📦 Don Infaq pour le programme de régénération, Da’i Pedalaman, Humanité, Prédication, Médias:

🔹 Banque Mandiri Syariah, Pas de Rek 711-615-0578 (code bancaire: 451), Au nom de la: Multaqo Du’at

Confirmer le transfert via Whatsapp / SMS avec le format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da'i

Exemple:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_ Cadre Da'i

Envoyer au numéro:

📱 082297975253

paragraphe. Amrullah Akadhinta (Trésorier MDI)

Note de l'utilisateur: Soyez le premier !

A propos d'Abu Syifa

Vérifiez également

LA LOI DE PORTER UNE PRIÈRE EN PHOTOGRAPHIE AVEC LE KA'BAH

Les prières en congrégation dans la mosquée pendant cette pandémie sont autorisées à prendre des raisons pour empêcher la propagation du virus. …

Laisser un commentaire

Votre adresse email ne sera pas publiée. les champs requis sont indiqués *