Beranda » Artikel » Ganti yang Lebih Baik

Ganti yang Lebih Baik

Ganti yang Lebih Baik

Ada seorang dari penduduk kampung (Arab Badui) berkata,

أَخَذَ بِيَدِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يُعَلِّمُنِي مِمَّا عَلَّمَهُ اللهُ وَقَالَ: ” إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ “

Rasulullah memegang kedua tanganku. Beliau pun mulai mengajarkan aku dari ilmu yang Allah wahyukan kepada beliau.

Nabi berkata,
Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah, melainkan Allah pasti akan memberikan sesuatu pengganti yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad, 20739 dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth.)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Akan terasa sulit jika seseorang meninggalkan hal-hal yang ia sukai, karena selain Allah. dan ketakutan untuk mengambil keputusan karena untuk sesuatu yang lebih baik, itulah tipu day syaitan saat seorang hamba ingin berusaha hijrah.

Namun jika jujur dan ikhlas dari dalam hati dengan meninggalkannya karena Allah, maka tidak akan terasa berat untuk meninggalkan hal tadi. Yang terasa sulit cuma di awalnya saja sebagai ujian. Apakah meninggalkan hal itu jujur ataukah dusta? Jika ia terus bersabar dengan menahan kesulitan yang hanya sedikit, maka ia akan memperoleh kenikmatan dan surga yang Allah janjikan.

Tentang janji Allah setelah kita meninggalkan yang buruk dan mengganti dengan sesuatu yang lebih baik disebutkan dalam Al-Quran,  QS. An Nur : 55 dan juga dalam kisah QS. Yusuf : 56.

Adapun perkataan “Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka akan diberi ganti yang lebih baik dari itu”, ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

Diantara kisah mereka yang mendapatkan ganti lebih baik karena meninggalkan sesuatu karena Allah,

1. Kisah Nabi Sulaiman عليه السلام, yang meninggalkan kudanya karena telah melalaikan dari ibadah kepada Allah, lalu diganti dengan kendaraan angin yang berhembus sesuai dengan kehendaknya.(Surat Shad)

2. Kisah Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan para shahabatnya tatkala berhijrah ke Madinah, meninggalkan rumah dan harta mereka di Mekkah karena menjalankan perintah Allah untuk berhijrah.
Lalu Allah mengganti untuk mereka dengan menjadikannya para pemimpin, dan raja dan Allah tundukkan untuk mereka istana-istana yang memiliki kekuasan yang besar beserta kekayaan di dalamnya. Inilah kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka di dunia, dan mereka mensyukuri dan tidak kufur, mereka rendah hati dan tidak sombong. Mereka memerintah manusia dengan adil sebagaimana firman Allah:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur : 55)

3. Kisah Ashabul Ukhdud dalam surat Al-Buruj, yaitu pemuda yang meninggalkan ilmu sihir diganti oleh Allah dengan karomah.

4. Kisah selebritis asal Inggris bernama Cat Stevens  meninggalkan musik di ganti dengan kegemaran membaca Al Qur’an., Pada puncak ketenarannya mengalami kegelisahan hidup akhirnya mencari kebenaran dengan mencoba memasuki berbagai agama. Akhirnya mendapat hidayah Islam dan meninggalkan dunia selebritis menjadi aktivis dakwah.

💫Dan jangan menyesal dan berkeluh kesah ketika meninggalkan sesuatu karena Allah mendapatkan ujian ditengah jalan…!
Karena dari situlah akan semakin dekat pertolongan Allah.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا.
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah : 5-6)

Wallohu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

__⁣⁣_⁣________________________

Multaqa Duat Indonesia – MDI

( Forum Kerja Sama Dakwah Para Da’i Salafy, Ahlu Sunnah wal Jama’ah Se-Indonesia )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: https://www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref=share
✉️ Email : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini  menjadi pintu Hasanat, Barokah dan Jariyah untuk kita semua. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

—————

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da’i Pedalaman, Kemanusiaan, Dakwah, Media:

🔹 Bank Mandiri Syariah, No Rek 711-615-0578 (Kode Bank: 451), Atas Nama: Multaqo Du’at

Konfirmasi Transfer melalui Whatsapp/SMS dengat format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da’i

Contoh:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_Kaderisasi Da’i

Kirim ke nomor:

📱 082297975253

Ust. Amrullah Akadhinta (Bendahara MDI)

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang Abu Syifa

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *