Zuhause » Artikel » Bergelimang Dosa Mematikan Hati

Bergelimang Dosa Mematikan Hati

Bergelimang Dosa Mematikan Hati

Perlen des Ratschlags von Salaf Ulama

Allah mengingatkan dalam firman-nya,

كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ یَكۡسِبُونَ.

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.[Surat Al-Muthaffifin : 14]

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,
Vorteile von Sätzen,
1) Ali bin Thalib رضي الله عنه berkata : “Sesungguhnya iman itu terlihat seperti sinar yang putih, apabila seorang hamba melakukan kebaikan, maka sinar tersebut akan tumbuh dan bertambah sehingga hati (berwarna) putih. Sedangkan kemunafikan terlihat seperti titik hitam, maka bila seorang melakukan perkara yang diharamkan, maka titik hitam itu akan tumbuh dan bertambah hingga hitamlah (warna) hati”, kemudian membaca ayat Allah :

{ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } .

2) Bersiap-siaplah sebelum hati itu menjadi mati.
Berkata Al Hasan al-Basri رحمه الله tentang ayat

{ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } :

Yaitu dosa yang semakin menumpuk sampai hati itu buta, dan akhirnya mati.

3) Semakin dosa-dosa seseorang menumpuk, akan ada tanda dalam hatinya, dan ketika itulah hati menjadi buta dan tidak sanggup untuk menerima kebenaran dan baiknya agama, urusan akhirat akan direndahkan dibawah urusan dunia. :

{ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ }

4) Hati telah menjadi rusak karena kemegahan dunia telah mengalahkannya, hatinya patuh kepada segala perintah dunia dengan kelezatan didalamnya, oleh karena itu setiap hamba harus mampu menguasai dirinya sehingga ia mampu kembali kepada mengingat tuhannya dan kepada peringatan akan akhirat dengan segala peristiwa menakutkan didalamnya, sehingga kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang Allah katakan dalam ayat-Nya :

{ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ } .

(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Shaykh Dr.. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar)

Berkata Imam Ibnu Katsir, möge Gott ihm gnädig sein,
Wort Gottes,

{Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.}

Yakni keadaannya tidaklah seperti apa yang mereka dugakan, dan tidak pula seperti apa yang dikatakan oleh mereka bahwa Al-Qur’an ini adalah dongengan orang-orang dahulu, bahkan Al-Qur’an itu adalah Kalamullah, dan wahyu-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya. Dan sesungguhnya hati mereka terhalang dari beriman kepada Al-Qur’an, tiada lain karena hati mereka telah dipenuhi dan tertutup oleh noda-noda dosa yang banyak mereka kerjakan. Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.(Surat Al-Muthaffifin : 14)

Ar-Rain menutupi hati orang-orang kafir, dan al-gaim menyelimuti hati orang-orang yang berbakti, sedangkan al-gain meliputi hati orang-orang yang terdekat (dengan Allah).

Nabi Friede sei mit ihm, Bersabda,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِت فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ، فَإِنْ هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ صُقِل قَلْبُهُ، فَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، فَهُوَ الرَّانُ الَّذِي قال الله: {كَلا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Sesungguhnya seorang hamba itu apabila berbuat suatu dosa, maka terjadilah suatu noktah hitam pada hatinya. Dan apabila dia menghentikan perbuatan dosanya, lalu memohon ampun kepada Allah dan bertobat, maka hatinya menjadi mengkilap lagi (bersih). Dan jika dia mengulangi perbuatan dosanya, noktah itu kembali lagi menutupi hatinya, hingga noktah itu menutupi seluruh hatinya (jika ia terus-menerus melakukannya). Itulah yang dimaksud dengan ar-ran yang terdapat di dalam firman-Nya, “Sekali-kali tidak (demikian) sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.(Surat Al-Muthaffifin : 14)
(HR At-Tirmidzy, An-Nasa’i, Ibn Majah |)

Al-Hasan Al-Basri mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ar-ran ialah dosa di atas dosa sehingga membutakan hatinya dan hatinya mati. Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid ibnu Jubair, Qatadah, dan Ibnu Zaid serta lain-lainnya.
(Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim, Imam Ibn Kathir)

عن عبد الله بن المبارك أنه كان يتمثل :
ركوب الذنوب يميت القلوب وقد يورث الذل إدمانها وترك الذنوب حياة القلوب وخير لنفسك عصيانها.

📚 Perlen der Sprüche der Imame des Vorgängers (kalemtayeb.com)

Dari Imam Abdullah bin Al-Mubarak bahwa beliau membuat permisalan:
Bergelimang dosa itu bisa mematikan hati, dan terkadang bisa mewariskan kehinaan jika terus menerus melakukannya. Sedangkan meninggalkan dosa itu menjadikan hidupnya hati, dan yang paling baik bagi dirimu adalah meninggalkannya.

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

__⁣⁣_⁣ ________________________

Multaqa Duat Indonesia - MDI

( Da'i Salafy Da'wah Predigtforum, Ahlu Sunnah wal Jama'ah Se-Indonesien )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegramm: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref = teilen
✉️ E-Mail : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini menjadi pintu Hasanat, Barokah und Jariyah für uns alle. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣ _____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da'i Pedalaman, Menschheit, Predigt, Medien:

🔹 Bank Mandiri Syariah, Kein Rek 711-615-0578 (Bankleitzahl: 451), Zugunsten von: Multaqo Du’at

Bestätigen Sie die Übertragung per WhatsApp / SMS mit Format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da'i

Beispiel:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_ Da'i Kader

An Nummer senden:

📱 082297975253

Absatz. Amrullah Akadhinta (MDI Schatzmeister)

User-Bewertung: Sei der Erste !

Über Abu Syifa

Überprüfen Sie auch

Das Gewicht des Teufels stürzt die Leute von Alim, die Halim sind

Perlen mit Ratschlägen von Salaf-Gelehrten. Es besteht kein Zweifel an den Prioritäten sachkundiger Personen. Allah mengangkat

Hinterlasse eine Antwort

Deine Email-Adresse wird nicht veröffentlicht. erforderliche Felder sind markiert *