Zuhause » Artikel » Antara Meninggalkan Dunia dan Meninggalkan Dosa

Antara Meninggalkan Dunia dan Meninggalkan Dosa

Antara Meninggalkan Dunia dan Meninggalkan Dosa

 

Allah menyinggung sebagian persangkaan manusia yang salah.

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِینَ أَعۡمَـٰلًا۝

ٱلَّذِینَ ضَلَّ سَعۡیُهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَهُمۡ یَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ یُحۡسِنُونَ صُنۡعًا.

Sag es: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

[Surat Al-Kahfi : 103 – 104]

 

Berkata Imam Ibnu Katsir, möge Gott ihm gnädig sein,

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab, ia menceritakan, aku pernah bertanya kepada ayahku, yaitu Sa’ad bin Abi Waqqash mengenai firman Allah:

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِینَ أَعۡمَـٰلًا

“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’”

Apakah mereka itu al-Hururiyyah? la menjawab: “Tidak, mereka itu adalah Yahudi dan Nasrani. Adapun orang-orang Yahudi itu telah mendustakan Muhammad ﷺ. Sedangkan orang-orang Nasrani, ingkar akan adanya surga dan mereka mengatakan: “Tidak ada makanan dan minuman di dalamnya.” Al-Hururiyyah adalah orang-orang yang membatalkan janji Allah setelah mereka berjanji kepada-Nya.

 

Yang jelas, hal itu bersifat umum yang mencakup semua orang yang menyembah Allah Ta’ala dengan jalan yang tidak diridhai, yang mereka mengira bahwa mereka benar dan amal perbuatan mereka diterima, padahal mereka itu salah dan amal perbuatannya tidak diterima.

قُلۡ هَلۡ نُنَبِّئُكُم بِٱلۡأَخۡسَرِینَ أَعۡمَـٰلًا.

“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?’”

Kemudian Dia menafsirkan mereka seraya berfirman:

ٱلَّذِینَ ضَلَّ سَعۡیُهُمۡ فِی ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَهُمۡ یَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ یُحۡسِنُونَ صُنۡعًا.

“Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,”

yakni orang-orang yang mengerjakan perbuatan yang sesat dan tidak berdasarkan syari’at yang ditetapkan, diridhai dan diterima oleh Allah.

وَهُمۡ یَحۡسَبُونَ أَنَّهُمۡ یُحۡسِنُونَ صُنۡعًا.

“Sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.”

Mereka berkeyakinan bahwa mereka telah berbuat sesuatu dan yakin bahwa mereka diterima dan dicintai.

Dan firman-Nya:

“Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Rabb mereka dan [kufur terhadap] perjumpaan dengan-Nya.” .

Die Bedeutung, mereka mengingkari ayat-ayat dan bukti-bukti kekuasaan Allah di dunia yang telah disampaikan-Nya, juga mendustakan keesaan-Nya, tidak beriman kepada para Rasul-Nya, serta mendustakan alam akhirat.

(Tafsir Al-Qur'an Al-Adhim, Imam Ibn Kathir)

 

Nabi ﷺ menyampaikan kriteria wali Allah dalam hadits qudsy, yaitu orang-orang yang menjaga ibadah yang diwajibkan Allah lalu menambah dengan amalan sunnah.

إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِى وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَىَّ عَبْدِى بِشَىْءٍ أَحَبَّ إِلَىَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِى يَتَقَرَّبُ إِلَىَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِى يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِى يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِى يَبْطُشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِى يَمْشِى بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِى لأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِى لأُعِيذَنَّهُ

“Allah Ta’ala berfirman: Barangsiapa memerangi wali (Liebhaber)-Ku, maka Aku akan memeranginya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan memberi petunjuk pada pendengaran yang ia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang ia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya.” (HR. Buchari, 2506)

 

Banyak manusia yang salah dalam menempatkan semangat ibadahnya antara yang Sunnah dengan yang wajib.

Sehingga mereka lebih semangat menjalankan yang Sunnah daripada yang wajib. Padahal ibadah yang wajib itu modal utama untuk menggapai ridho Allah dan surganya.

Dari Jabir رضي الله عنه berkata,

أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : أَرَأَيْتَ إِذَا صَلَّيْتُ اْلمَكْتُوْبَاتِ، وَصُمْتُ رَمَضَانَ، وَأَحْلَلْتُ الْحَلاَلَ، وَحَرَّمْت الْحَرَامَ، وَلَمْ أَزِدْ عَلَى ذَلِكَ شَيْئاً، أَأَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قَالَ : نَعَمْ .

Seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah dengan berkata, “Bagaimana pendapatmu jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, lalu saya tidak menambah lagi sedikit pun, apakah saya akan masuk surga?Er antwortete, Ya.” (HR. Muslim).

 

قال يحيى بن معاذ رحمه الله:

لست آمركم بترك الدنيا ، آمركم بترك الذنوب ، ترك الدنيا فضيلة ، وترك الذنوب فريضة ، وأنتم إلى إقامة الفريضة أحوج منكم إلى الحسنات والفضائل.

 

📚 Perlen der Sprüche der Imame des Vorgängers (kalemtayeb.con)

 

Berkata Imam Yahya bin Mu’adz رحمه الله,

Aku tidak menganjurkan kalian untuk meninggalkan dunia, tapi (menganjurkan) untuk meninggalkan dosa.

Meninggalkan dunia itu hanya sebuah keutamaan, sedangkan meninggalkan dosa adalah sebuah kewajiban.

Sedangkan kalian untuk menunaikan kewajiban lebih membutuhkan daripada melakukan kebaikan atau keutamaan.

 

📚 Duror min Aqwal Aimmah As-Salaf (kalemtayeb.com)

 

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

__⁣⁣_⁣ ________________________

Multaqa Duat Indonesia - MDI

( Da'i Salafy Da'wah Predigtforum, Ahlu Sunnah wal Jama'ah Se-Indonesien )

🌏 Web: https://multaqaduat.com
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegramm: https://t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat⁣⁣⁣⁣⁣
📱 Facebook: www.facebook.com/groups/384944829178650/?ref = teilen
✉️ E-Mail : TeamMediaMDI2020@gmail.com
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253⁣⁣

Semoga istiqomah dan mudah mudahan program ini menjadi pintu Hasanat, Barokah und Jariyah für uns alle. Amiiin

Jazakallah khair ala TA’AWUN

__⁣⁣_⁣ _____

📦 Infaq Donasi Program Kaderisasi, Da'i Pedalaman, Menschheit, Predigt, Medien:

🔹 Bank Mandiri Syariah, Kein Rek 711-615-0578 (Bankleitzahl: 451), Zugunsten von: Multaqo Du’at

Bestätigen Sie die Übertragung per WhatsApp / SMS mit Format:

Nama_Alamat_Nominal_Kaderisasi Da'i

Beispiel:

Ahmad_Medan_Rp. 2.000.000_ Da'i Kader

An Nummer senden:

📱 082297975253

Absatz. Amrullah Akadhinta (MDI Schatzmeister)

User-Bewertung: Sei der Erste !

Über Abu Syifa

Überprüfen Sie auch

DAS GESETZ, EIN GEBETSBILD MIT DEM KA'BAH ZU TRAGEN

Kongregationsgebete in der Moschee während dieser Pandemie dürfen Gründe haben, um die Ausbreitung des Virus zu verhindern. …

Hinterlasse eine Antwort

Deine Email-Adresse wird nicht veröffentlicht. erforderliche Felder sind markiert *