Beranda » Artikel » Terputusnya Kecintaan bagi Musuh Allah dan Rasul-nya 

Terputusnya Kecintaan bagi Musuh Allah dan Rasul-nya 

🌹 Terputusnya kecintaan bagi musuh Allah dan Rasul-nya 

✍ Seseorang yang telah menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka wajib baginya mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan segala keyakinan dan upaya sepenuh hati untuk mewujudkannya. Karena mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah tanda keimanan sejati.

Allah berfirman,

(لَّا تَجِدُ قَوۡمࣰا یُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ یُوَاۤدُّونَ مَنۡ حَاۤدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوۤا۟ ءَابَاۤءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَاۤءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَ ٰ⁠نَهُمۡ أَوۡ عَشِیرَتَهُمۡۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَتَبَ فِی قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِیمَـٰنَ وَأَیَّدَهُم بِرُوحࣲ مِّنۡهُۖ وَیُدۡخِلُهُمۡ جَنَّـٰتࣲ تَجۡرِی مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِینَ فِیهَاۚ رَضِیَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُوا۟ عَنۡهُۚ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَاۤ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” [Al-Mujadilah: 22].

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, رحمه الله :

” أي: لا يجتمع هذا وهذا، فلا يكون العبد مؤمنا بالله واليوم الآخر حقيقة، إلا كان عاملا على مقتضى الإيمان ولوازمه، من محبة من قام بالإيمان وموالاته، وبغض من لم يقم به ومعاداته، ولو كان أقرب الناس إليه. وهذا هو الإيمان على الحقيقة، الذي وجدت ثمرته والمقصود منه

Tidak akan mungkin bersatu antara ini dan itu, maksudnya, tidak mungkin orang-orang yang beriman itu berkasih sayang kepada orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, karena orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir secara hakiki akan mengamalkan konsekwensi keimanan dan hal yang menyatu dengannya berupa mencintai orang-orang yang beriman dan berwala’ kepada mereka serta membenci orang-orang yang tidak beriman dan memusuhinya meskipun ia adalah orang yang paling dekat hubungan dengannya. Inilah keimanan yang hakiki yang ada buahnya dan maksudnya.

وأهل هذا الوصف هم الذين كتب الله في قلوبهم الإيمان أي : رسمه وثبته وغرسه غرسا، لا يتزلزل، ولا تؤثر فيه الشبه والشكوك

Orang-orang yang seperti ini telah Allah tanamkan keimanan dalam hati mereka sehingga syubhat dan keraguan tidak akan berpengaruh lagi terhadapnya.

وهم الذين قواهم الله بروح منه أي : بوحيه، ومعونته، ومدده الإلهي وإحسانه الرباني
وهم الذين لهم الحياة الطيبة في هذه الدار، ولهم جنات النعيم في دار القرار، التي فيها من كل ما تشتهيه الأنفس، وتلذ الأعين، وتختار، ولهم أكبر النعيم وأفضله، وهو أن الله يحل عليهم رضوانه فلا يسخط عليهم أبدا، ويرضون عن ربهم بما يعطيهم من أنواع الكرامات، ووافر المثوبات، وجزيل الهبات، ورفيع الدرجات بحيث لا يرون فوق ما أعطاهم مولاهم غاية، ولا فوقه نهاية

Merekalah orang-orang yang telah dikuatkan Allah dengan ruh dari-Nya, yaitu dengan wahyu dan pertolongan-Nya serta bantuan ilahi serta ihran rabbani seperti kemauan batin, kebersihan hat, kemenangan terhadap musuh dan lain-lain.

Merekalah orang yang mendapatkan kehidupan yang baik di dunia ini dan memperoleh surga yang penuh kenikmatan di akhirat; yang di dalamnya terdapat segala yang disenangi jiwa dan indah dipandang mata, dan mereka mendapatkan nikmat yang paling besar dan paling utama, yaitu bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala akan melimpahkan kepada mereka keridhaan-Nya sehingga Dia tidak akan murka lagi kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Tuhan mereka karena pemberian-Nya itu berupa berbagai keistimewaan, berbagai balasan, pemberian yang banyak dan ketinggian derajat dimana mereka tidak melihat ada lagi pemberian yang melebihi itu

وأما من يزعم أنه يؤمن بالله واليوم الآخر، وهو مع ذلك مواد لأعداء الله، محب لمن ترك الإيمان وراء ظهره، فإن هذا إيمان زعمي لا حقيقة له، فإن كل أمر لا بد له من برهان يصدقه، فمجرد الدعوى، لا تفيد شيئا ولا يصدق صاحبها ” انتهى .
“تفسير السعدي “ص 848

Adapun orang yang mengaku bahwa dirinya beriman kepada Allah dan hari Akhir, namun dia mengasihi musuh-musuh Allah; mencintai orang yang membuang iman ke belakang punggungnya, maka iman ini adalah iman pengakuan yang tidak ada hakikatnya, karena segala sesuatu butuh bukti yang membenarkannya.

Pengakuan semata tidaklah membuahkan apa-apa dan tidak membenarkan pengakunya.
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Diantara konsekwensi yang harus dimiliki seorang mukmin dengan keimanannya dalam mengamalkan ayat ini adalah menempatkan loyalitas dan permusuhannya dengan benar, yaitu menetapkan prinsip Al-Wala’ wal Bara’.

Al-wala wal Bara’ adalah termasuk diantara prinsip yang agung dalam akidah Islam.
Al-wala wal bara’ adalah prinsip yang terkandung dalam dua kalimat syahadat.

Asy-Syaikh Muhamad bin Abdul Wahab berkata ketika mendefinisikan Islam, “Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk kepada-Nya dengan menaati-Nya, dan ber-bara’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan orang-orang berbuat kesyirikan.”

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan berkata, “Di antara pokok akidah Islam; seorang muslim yang berakidah Islam wajib ber-wala kepada kaum muslimin dan memusuhi musuh-musuh Islam, cinta dan ber-wala kepada orang-orang yang bertauhid dan ikhlas, membenci dan membenci para pelaku kesyirikan.” (al-Wala’ wal Bara’ fil Islam, DR. Sholih Al-Fauzan)

Wallahu alam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc 📚✒.📒
User Rating: Be the first one !

Tentang admin

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *