Beranda » Artikel » Silsilah Syarh Hadits Haramain (2)

Silsilah Syarh Hadits Haramain (2)

๐Ÿ”ฐย  MASJID PERTAMA KALI DI MUKA BUMIย  ๐Ÿ”ฐ

ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุฐูŽุฑูู‘ ุฑูŽุถููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูู„ู’ุชู : ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูŠู‘ู ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ูˆูุถูุนูŽ ูููŠ ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : (ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู). ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู‚ูู„ู’ุชู : ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู‘ูŒ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : (ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ุฃูŽู‚ู’ุตูŽู‰). ู‚ูู„ู’ุชู : ูƒูŽู…ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูู…ูŽุง ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ( ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููˆู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽูŠู’ู†ูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽุชู’ูƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุตูŽู„ู‘ูู‡ู’ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ูŽ ูููŠู‡ู ). ุฃุฎุฑุฌู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

Dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, ia berkata, Saya bertanya : Wahai Rasulullah masjid mana yang pertama kali dibangun ? Beliau menjawab : โ€œMasjidil Haramโ€. Saya bertanya lagi : Lalu setelah itu ? Beliau menjawab : โ€œMasjidil Aqsaโ€. Saya tanyakan lagi : Berapa lama antara keduanya ? Beliaupun menjawab : โ€œEmpat puluh tahun”, dan di mana saja kalian mendapati waktu shalat, maka shalatlah di tempat itu, karena keutamaan (menunaikan shalat) ada di situ. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

๐Ÿ’  PERTAMA : TAKHRIJ DAN DERAJAT HADITS ๐Ÿ’ 

Shahih, Hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam As shahih, (no : 3366), dan lafadz hadits ini miliknya dan Imam Muslim dalam As sahih, (no : 520), Ahmad dalam Musnad, (no : 21010), An-nasa’I di As-shughra (no : 688), Ibnu Majah (no: 758), Ibnu hudzaimah dalam As shahih, (no: 1225), Ibnu Hibban dalam As shahih, (no: 6334), al-baihaqy dalam sunan al-kabir (no: 3964), abu nu’aim al-ashfahany, (no: 5618), At-tabrany, (no: 75), At-tahawy dalam musykil al-astar, (no : 97), Ibnu Mundzir dalam al-aushat, (no: 2453), Abu ‘Awanah dalam al-mustakhraj, (no: 905), Al-bazzar dalam Musnad, (no: 7653), Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, (no: 7637), Abdur razzak dalam Mushannaf, (no: 5740), At tayalisi dalam Musnad, (no: 458), al humaidi dalam Musnad, (no: 133), al azraqi, dalam akhbar makka, (no: 658).

๐Ÿ’  KEDUA : PERAWI HADITS ๐Ÿ’ 

Beliau adalah seorang sahabat yang masuk Islam dari sejak dini. Semasa Jahiliah beliau ini telah melarang minum khamr dan beliau tidak pernah ikut menyembah berhala oleh sebab itu beliau terkenal orang takwa.

Dia selalu mengajak fakir miskin agar integrasi dengan orang kaya. Beliau ini mengikuti penaklukan Baitulmaqdis bersama khalifah Umar bin Khatab. Rasulullah pernah bersabda tentang beliau โ€œsemoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Abu dzar, yang hidup menyendiri, mati menyendiri dan akan dibangkitkan sendiri pula.โ€

Sahabat Abu Dzar menghabiskan hari-harinya untuk mencapai kejayaan Islam.

Tugas pertama yang diembankan Rasul di pundaknya adalah mengajarkan Islam di kalangan sukunya. Ternyata, bukan hanya ibu dan saudaranya, namun hampir seluruh kaumnya yang suka merampok pun akhirnya masuk Islam.

Sahabat Abu Dzar wafat dikampung Rabza karena usia lanjut pada 8 Dzulhijjah 32 Hijriyah. Beliau wafat pada tahun 32 H atau 652 M, semoga Allah meridhainya. (Al-isyabah : 7/125).

๐Ÿ’  KETIGA : KALIMAT HADITS ๐Ÿ’ 

ุฃูŠ ู…ุณุฌุฏ : Masjid apa

Dalam sebagian riwayat yang lain, rumah apa ? Yang dimaksud dengan rumah adalah masjid. Sebagaimana firman Allah ta’alah :”Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah baitullah yang dibakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali Imran, ayat : 96)

๐Ÿ’  KEEMPAT : ASBAB WURUD HADITS ๐Ÿ’ 

Ketika Nabi Ibrahim alaihis salam meninggalkan istri, Hajar dan anaknya, Ismail di lembah yang gersang lagi sepi. Maka sejak itupun ia bolak-balik datang ke mekkah untuk menjenguk keduanya.

Dan pada suatu kesempatan ziarah Nabi Ibrahim mengatakan kepada anaknya, Ismail :”Wahai anakku, sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku untuk membangun ka’bah di sini sebagai tempat ibadah dan dzikir“. Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memohon bantuan dari anaknya untuk mendatangkan (membawakan-Red) batu sedangkan bapaknya, Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang membangun ka’bah sampai sempurna.

Maka sejak saat itu tegaklah masjidil haram sebagai masjid pertama kali di permukaan bumi. (kisah ini dikeluarkan oleh Imam Bukhari : 3364).

๐Ÿ’  KELIMA: PENJELASAN HADITS ๐Ÿ’ 

Hadits ini yang mulia ini mengisyaratkan kepada kita akan semangat para sahabat dalam mengambil ilmu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana yang dibuktikan oleh sabahat yang mulia, Abu dzar -semoga Allah meridzainya- saat bertanya dalam masalah ini.

Pertanyaan sahabat Abu dzar, Saya bertanya : Wahai Rasulullah masjid mana yang pertama kali dibangun ?

Dalam hal ini ada beberapa pendapat, ada yang mengatakan bahwa pertama kali yang membangun masjid ka’bah (masjidil haram) di bumi adalah malaikat, ada yang mengatakan Nabi Ibrahim, ada yang mengatakan Nabi sulaiman.

Ibnu jauzi โ€“semoga merahmatinya- menyanggah semua pendapat diatas seraya mengatakan : “Dalam hadits ini terdapat isyarat siapakah pertama kali yang bangun kedua masjid dan meletakan kedua pondasinya? Nabi Ibrahim ‘alaihi salam bukanlah orang yang pertama kali membangun ka’bah dan Nabi Sulaiman ‘alaihi salam bukanlah orang yang pertama kali membangun baitul maqdis. Karena para nabi, orang orang shalih yang membangun sangat banyak. Allah yang lebih mengetahui dengan yang pertama kali membangun. Kami telah meriwayatkan bahwa pertama kali yang membangun ka’bah adalah Nabi adam ‘alaihi salam kemudian tersebar keturunannya dipermukaan bumi. Maka bisa saja sebagian dari mereka mulai membangun baitul maqdis.” (kasyfu al-musykil,1/360).

Diantara dalil yang mendasari pendapat ini adalah apa yang riwayatkan oleh al-baihaqy dalam “Ad-dalail” dari jalan Abdullah bin Amr โ€“semoga Allah meridhainya- secara marfu’ (sampai sanadnya kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) :”Allah telah mengutus malaikat Jibril kepada Nabi Adam ‘alaihis salam dan memerintahkannya untuk membangun ka’bah. Maka Nabi Adam membangun ka’bah kemudian ia diperintah untuk thawaf. Kemudian dikatakan kepadanya, bahwa engkau adalah orang yang pertama kali thawaf dan ini adalah masjid pertama kali dibuat untuk manusia”.

Juga, diriwayatkan dari Abdur razak, dari ibnu juraij, dari atha : “Bahwasannya Nabi Adam ‘alaihi salam adalah orang pertamakali yang membangun ka’bah“. Dan pendapat ini dikuatkan oleh al-hafidz Ibnu hajar (fathu al-bary, 6/409).

Sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :”Al-masjidil al-haram” :

Masjidil Haram : Adalah sebuah masjid yang berlokasi di pusat kota Mekkah yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjidil haram merupakan tujuan utama dalam ibadah haji.

Masjidil haram dibangun mengelilingi Ka’bah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Shalat. Masjidil haram juga merupakan masjid terbesar di dunia, diikuti oleh Masjid Nabawi di Madinah al-Munawarah sebagai masjid terbesar kedua di dunia serta merupakan dua masjid suci utama bagi umat Muslim.

Allah ta’ala berfirman yang artinya :”Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia adalah baitullah yang di bakkah (mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. (QS. Ali ‘imran : 96).

Yang dimaksud dengan rumah di sini adalah rumah untuk ibadah, bukan seperti rumah pada umumnya. Sebagaimana riwayat yang dikeluarkan ishaq ibnu rahawaih, ibnu abi hatim, dan selain keduanya dengan sanad yang shahih dari sabahat Ali bin abi thalib -semoga Allah meridhainya- ia berkata :”Dahulu terdapat masjid-masjid sebelum masjidil haram, akan tetapi masjidil haram adalah masjid pertama kali yang dipakai untuk ibadah.” (Al-fath, 6/470).

Sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :”Al masjid Al aqsha” :

Masjidil Aqsha : adalah salah satu diantara tiga masjid mulia yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam, yang terletak di yerussalem palestina. Keutamaan tersebut langsung dijelaskan oleh Allah dalam ayat-ayat Alquran dan Rasul-Nya shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dalam sabda beliau.

Adapu yang dimaksud dengan masjidil aqsha adalah masjid baitul maqdis. dinamakan “Al-aqsha” karena jauhnya jarak dengan masjidil haram, sebagian berpendapat karena dibelakang masjid al aqsha tidak ada masjid yang lain, sebagian berpendapat karena masjidil aqsha dijauhkan dari segala kotoran dan kekejian. Sedangkan arti muqoddas yaitu disucikan dari semua yang kotor dan keji. (al-bahrul al-muhit as-stajaj mi syarh shahih al-imam Muslim bin hajaj, Muahammad Ali Adzam Al-ityuby, 12/8).

Ucapan sahabat Abi dzar yang artinya, Aku bertanya : berapa waktu antara keduanya? Maka Rosulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Empat puluh tahun“.

Yang dimaksud disini adalah bahwa jarak antara pembangunan masjidil haram dengan masjidil aqsha adalah empat puluh tahun. Ibnul qoyim โ€“semoga Allah merahmatinya- berkata :”hadits ini bisa menjadi problem bagi orang yang tidak mengerti maksudnya, dengan mengatakan: Telah diketahui bahwa Nabi Sulaiman bin Daud lah yang telah membangun masjidil aqsha. Sedangkan jarak antara Nabi sulaiman dan Nabi Ibrahim lebih dari 1000 tahun. Maka ibnul qayim mengatakan: ini adalah kebodohan dari orang yang mengatakan hal itu, tidaklah sulaiman melainkan dia lah yang memperbaharuinya, bukan mendirikannya. Dan yang mendirikannya adalah Ya’qub bin ishaq โ€“shallallaahu’alaihimas salam- setelah Ibrahim ‘alaihissalam membangun ka’bah dengan ukuran ini (waktu).”

Sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :”Dimana saja engkau menjumpai shalat maka shalatlah

Ini merupakan keistimewaan amal shalat yang dikerjakan pada waktunya, yang tidak sepatutnya diabaikan oleh seorang muslim.

Sebagaimana ini merupkan isyarat untuk menjaga shalat tepat pada waktunya, baik yang wajib maupun sunnah. Sabda Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya :”Maka itu adalah masjid“.

Yaitu karena tempat tersebut adalah masjid untuk shalat. maka tidak pantas kita mengakhirkan shalat dari waktunya.

Jika seseorang berada ditempat yang mulia, seperti masjidil haram dan masjidil aqsha maka sungguh telah terkumpul baginya dua keutamaan, yaitu shalat yang dikerjakan tepat pada waktu dan tempat yang sangat mulia. Dan ini adalah keberuntungan besar bagi seorang hamba yang dipilih oleh Allah ta’ala yang mengharuskan ia untuk bersyukur atas nikmat tersebut.

KEUTAMAAN SHALAT DI MASJIDIL HARAM

Masjidil haram mempunyai keistimewaan yang sangat banyak, diantaranya yaitu dilipatgandakan pahala shalat di dalamnya. Dari Jabir, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ููู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูู‰ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู

โ€œShalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.โ€ (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin โ€˜Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)

Sebagaimana shalat berjamaah di manapun, pahalanya 27 kali lipat dari pada shalat sendiri. Maka hendaklah seorang muslim lebih bersungguh-sungguh untuk shalat berjamaah di masjid demi mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

KEUTAMAAN SHALAT DI MASJIDI NABAWY

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ููู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูู‰ ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ

โ€œShalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.โ€ (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Hadits ini secara tegas menunjukkan keutamaan sengaja bersafar ke ketiga masjid di atas. Dan ini berarti selain tiga masjid itu tidak dibolehkan jika sengaja bersafar ke sana dalam rangka ibadah, baik itu ke kuburan wali maupun orang sholih. Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :

ุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ููู‰ ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูู‰ ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉูŒ ููู‰ ุงู„ู’ู…ูŽุณู’ุฌูุฏู ุงู„ู’ุญูŽุฑูŽุงู…ู ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ู…ูู†ู’ ู…ูุงุฆูŽุฉู ุฃูŽู„ู’ูู ุตูŽู„ุงูŽุฉู ูููŠู…ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ู

โ€œShalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.โ€ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin โ€˜Abdillah. Syaikh Al albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)
ulama kita berselisih pendapat, apa maksud pengecualian dalam hadits di atas. Ulama Syafiโ€™iyah dan mayoritas ulama mengatakan bahwa Makkah lebih utama dari Madinah. Sehingga Masjidil Haram lebih utama dari Masjid Madinah. Dan pendapat ini berbeda dengan pendapat Imam Malik dan pengikutnya. Sehingga menurut ulama Syafiโ€™iyah dan mayoritas ulama, makna hadits di atas adalah: shalat di masjid Nabawi lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom karena shalat di Masjidil Harom lebih utama dari shalat di masjid Nabawi. (Lihat Syarh Muslim, Karya Imam An Nawawi).

KEUTAMAAN SHALAT DI MASJIDIL AQSHA

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Al-masjid al-aqsha“. Ketika kita Membicarakan tentang masjid al-aqsha (palistina), tentu tidak bisa lepas dengan keutamaan dan keberkahan yang ada di sana.

Diantaranya yaitu :
Dari Abdillah bin amr โ€“semoga Allah meridhainya- ia berkta : Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : โ€œSesungguhnya, ketika Sulaiman bin Dawud membangun Baitul Maqdis, (ia) meminta kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala tiga perkara, meminta kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala agar (diberi taufiq) dalam memutuskan hukum yang mencocoki hukum-Nya, lalu dikabulkan, meminta kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dianugerahi kerajaan yang tidak patut diberikan kepada seseorang setelahnya, lalu dikabulkan, memohon kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala bila selesai membangun masjid, agar tidak ada seorangpun yang berkeinginan shalat di situ, kecuali agar dikeluarkan dari kesalahannya, seperti hari kelahirannya.โ€

Dalam riwayat lain : Lalu Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam berkata : โ€œAdapun yang dua, maka telah diberikan. Dan saya berharap, yang ketigapun dikabulkan.โ€

[Hadits ini diriwayatkan An-Nasaโ€™i, dan ini lafadz beliau, Ahmad dalam musnad-nya dengan lebih panjang lagi. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al-Haakim dalam kitab Mustadrak dan Al-Baihaqi dalam kitab Syuโ€™abul Iman, serta selain mereka].

Dari Abu Dzar โ€“semoga Allah meridzainya- beliau berkata :โ€œKami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu โ€˜alahi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : โ€œSatu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik. Dan hampir-hampir tiba masanya, seseorang memiliki tanah seukuran kekang kudanya (dalam riwayat lain : seperti busurnya) dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis lebih baik baginya dari dunia seisinya.โ€

[HR Ibrahim bin Thahman dalam kitab Masyikhah Ibnu Thahman, Ath-Thabrani dalam kitab Muโ€™jamul Ausath, dan Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, Al-Hakim berkata, Ini adalah hadits yang shahih sanadnya, dan Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya].

Adz-Dzahabi dan Syeikh Al-Albani sepakat bahwa
Hadits ini adalah hadits yang paling shahih tentang pahala shalat di Masjidil Aqsha. Hadits ini menunjukkan, shalat di Masjid Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam seperti empat shalat di Masjid Aqsha. Pahala shalat di Masjidil Aqsha setara dengan 250 kali (di masjid lainnya).

Syaikh Al-Albani dalam kitab Silsilah Shahihah (2902) mengatakan : Hadits yang paling shahih tentang keutamaan shalat di sana (Masjidil Aqsha) adalah hadits Abu Dzar Radhiyallahu โ€˜anhu, beliau berkata : Kami saling bertukar pikiran tentang, mana yang lebih utama, masjid Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam atau Baitul Maqdis, sedangkan di sisi kami ada Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda : โ€œSatu shalat di masjidku lebih utama dari empat shalat padanya, dan ia adalah tempat shalat yang baik.โ€

Hadits ini termasuk bukti kenabian Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Yaitu berita bahwa seseorang berangan-angan memiliki tanah meskipun sedemikian sempit, asalkan dapat melihat dari dekat Baitul Maqdis dari tanahnya tersebut.

๐Ÿ’  KEENAM : KEPERBEDAAN ULAMA ๐Ÿ’ 

Para ulama fiqih telah sepakat bahwa makkah Dan madinah adalah sebaik-baik tempat di muka bumi. Kemudian mereka berselisih pendapat tentang manakah yang lebih utama diantara keduanya?

Maka jumhur ulama fiqih berpendapat, diantaranya hanafiyah, syafi’iyah dan hanabilah, dan ini merupakan pendapat malikiyah, bahwasanya makkah Al Mukarramah adalah lebih utama dari pada Madinah An-nabawiyah, dikarenakan sebab-sebab yang telah dijelaskan oleh para ulama, yaitu :

PERTAMA : Diwajibkannya orang untuk mengunjungi makkah dengan maksud ibadah haji dan umrah. Dan dua kewajiban ini tidak terjadi seperti di Madinah.

KEDUA : Jika Madinah diutamakan karena Rasulullah Shallallaahu”alaihi wa sallam pernah tinggal di Madinah setelah kenabian, maka makkah lebih utama karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah tinggal di makkah 13 tahun setelah kenabian, adapun di Madinah hanya 10 tahun.

KETIGA : Jika Madinah diutamakan karena banyaknya orang diantara hamba-hamba Allah yang shalih yang mengetuk, maka makkah lebih utama dari madinah karena banyaknya yang mengetuk diantara para Nabi, para Rasul dan orang-orang shalih.

KEEMPAT : Sesungguhnya mencium dan mengusap hajar aswad dikhususkan dengan dua rukun yamani dan ini tidak didapatkan di Madinah.

KELIMA : Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kita untuk menghadap-Nya (ke arah kiblat) ketika shalat di mana saja kita berada di belahan dunia. Dan hal yang demikian itu tidak diwajibkan bagi kota Madinah.

KEENAM : Sesungguhnya Allah telah mengharamkan makkah pada hari penciptaan langit dan bumi. Dan tidak dihalalkan untuk seorang pun diantara para Nabi dan para Rasul melainkan untuk Nabi kita Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam.

KETUJUH : Sesungguhnya Allah telah memuji kota makkah di dalam kitab-Nya dengan sesuatu yang Dia tidak memuji madinah dengannya. Dia berfirman yang artinya : “Sesungguhnya rumah yang pertama kali diletakkan untuk manusia yaitu Bakkah yang diberkahi dan sebagai petunjuk bagi alam semesta.”

KEDELAPAN : Shalat di masjidil haram, makkah adalah sebanding dengan seratus ribu shalat dan tidak seperti shalat di Masjid Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam di madinah atau di masjid lainnya.

Dan lain sebagainya dari keutamaan-keutamaan yang dengannya makkah lebih istimewa dari pada madinah. Madzhab malikiyah berpendapat bahwasannya Madinah lebih utama dibandingkan makkah.

Al-khatthab berkata : Yang menjadikannya Madinah lebih utama dibandingkan makkah adalah perkataan terbanyak penduduk Madinah. Sebagaimana mereka berpendapat bahwasanya ka’bah lebih utama dari pada madinah, kecuali kuburan Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam. (Al Mausu’ah Al fiqhiyyah 154/32-156). Dan tidak diragukan lagi bahwasanya ka’bah lebih utama dari pada kuburan Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam.

Dalam hal ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-rahimahullah- pernah ditanya tentang dua orang yang sedang beradu argumentasi, dimana salah satu dari keduanya berkata: Sesungguhnya tanah/kuburan Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam Sallam adalah lebih utama dari pada langit dan bumi. Kemudian yang kedua berkata: ka’bah adalah yang lebih utama. Maka siapakah yang benar? Maka beliau -Rahimahullah- menjawab:

Adapun jiwa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa Sallam, maka Allah tidak menciptakan suatu ciptaan yang lebih mulia dari padanya.

Adapun tanah, maka tidak ada yang lebih utama selain Ka’bah, yaitu Baitullah Al-haram, bahkan ka’bah lah yang lebih utama dari padanya.

Dan tidak dikenal seorang pun diantara para ulama yang mengutamakan tanah kuburan di atas ka’bah, kecuali seorang hakim, ‘iyadh dan tidak ada orang yang mendahuluinya serta tidak ada satu orang pun yang menyetujuinya.” Wallahu A’lam. (Majmu’ Fatawa 38/27).

Dan dari kedua pendapat di atas, yang lebih kuat adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa secara global makkah lebih utama dari pada madinah.
Imam Assuyuthi -Rahimahullah- dalam hal ini mempunyai risalah khusus yang telah dicetak dengan berjudul : “Al hujaj Al-mubayyinah fii Tafdhiil Makkah ‘Ala al madinah.”

Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah pernah ditanya : Manakah yang lebih utama apakah bertempat tinggal di makkah ataukah di madinah, dengan tujuan ibadah?

Maka beliau menjawab:
Makkah lebih utama, kemudian setelahnya madinah. Dan bertempat tinggal di mekah lebih utama dari pada di madinah, sebagaimana yang telah disebutkan di beberapa hadits. Shalat di mekkah sama dengan seratus ribu shalat.

Dan Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam bersabda tentang Madinah : “Shalat di masjidku ini lebih baik dari pada eribu shalat di tempat lain, kecuali masjidil haram. Dan shalat di masjidil haram sama dengan seratus ribu shalat.” Ini sungguh perbedaan yang sangat besar, dan segala kebaikan di makkah lebih banyak dilipatgandakan dari pada dilipatgandakannya di Madinah. (Iink websittte syeikh bin baz).

๐Ÿ’  KETUJUH : CERMINAN DAN MUTIARA SALAF SEPUTAR HADITS ๐Ÿ’ 

  1. Imam Al Qurthubi โ€“semoga Allah merahmatinya- berkata: ”Diharamkan memberikan keleluasaan kepada orang musyrik untuk masuk tanah haram. Apabila ia datang, hendaknya imam (penguasa) mengajaknya keluar tanah haram untuk mendengarkan apa yang ingin ia sampaikan. Seandainya ia masuk dengan sembunyi-sembunyi dan mati , maka kuburnya harus dibongkar dan tulang belulangnya dikeluarkan.” (Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an 8/96).
  2. Dari mujahid berkata: ”Aku melihat Abdullah bin ‘amr bin ‘Ash โ€“semoga Allah meridhai keduanya- di ‘Arafah, dan rumahnya di luar tanah haram sedangkan mushallanya di dalam tanah haram. kemudian beliau ditanya, mengapa engkau melakukan hal ini? Beliau menjawab: karena beramal di dalamnya lebih utama, sedangkan kesalahan di dalamnya lebih besar.” (diriwayatkan oleh Al Azraqi di dalam tarikh mekah 2/288, dan Al Fakihi 2/288).
  3. Dari Thalq bin Habib, ia berkata: sahabat Umar berkata : ”Wahai penduduk Makkah! Bertaqwalah kepada Allah di negri haram. Apakah kalian tahu siapakah dahulu yang pernah tinggal di rumah ini? Dulu bani fulan yang tinggal di sini kemudian mereka menghalalkannya, maka mereka pun binasa. Dan bani fulan juga pernah tinggal di negri haram, kemudian mereka menghalalkannya, maka mereka pun binasa. Hingga sahabat umar menyebutkan yang dikehendaki Allah dari qabilah-qabilah arab untuk disebut. Kemudian dia berkata: ”Sungguh aku mengerjakan sepuluh kejelekan di luar negri haram, itu lebih aku cintai dari pada aku berbuat satu kesalahan di sini.
  4. Dan dari Abdullah bin Mas’ud โ€“semoga Allah meridhainya- ia berkata: ”Barangsiapa yang berniat melakukan ilhad (penyimpangan) walaupun ia berada di ‘and (yaman) maka Allah akan merasakankan baginya siksa yang pedih, kemudian beliau (Abdullah bin mas’ud) membaca ayat yang artinya: Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih.” (QS. Al Hajj:25). (Riwayat Ahmad Musnad, 1/428).
  5. Said bin Jubari โ€“semoga Allah merahmatinya berkata :”Mencelah pembantu ditanah haram adalah bentuk kedzaliman, maka bagaimana dengan yang lain.” (tafsir ibnu katsir, 3/386).
  6. Imam Nawawi -semoga Allah merahamatinya- berkata :”Disunnahkan apabilah sampai ditanah haram untuk menghadirkan dalam hatinya rasa khusu’ baik secara dzahir maupun batin. Demikian pula mengingat kemuliaan tanah haram dan keistimewaannya disbanding yang lain.”
  7. Dari sahabat Umar bin khaththab โ€“Semoga Allah meridhainya- berkata; ”Sungguh aku mengerjakan kesalahan sebanyak 70 kali di rukbah (nama suatau lembah di Thai’f) itu lebih aku sukai dari pada aku mengerjakan satu kesalahan di tanah haram.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, No : 8608)

๐Ÿ’  KEDELAPAN : FAWAID DARI HADITS ๐Ÿ’ 

  1. ย Keutamaan masjidil haram yang merupakan masjid pertama kali yang dibangun oleh Allah dipermukaan bumi sebagai tempat ibadah. Kemudian setelah itu masjid al-aqsha.
  2. Bumi semuanya adalah masjid dan sah dipakai untuk shalat kecuali tempat-tempat yang dilarang oleh syariat, seperti tempat ibadah orang-orang musyrik, kuburan, toilet, dan yang lainnya.
  3. Keutamaan umat Muhammad, dimana Allah jadikan semua bumi sebagai masjid untuk mereka. Berbeda dengan umat-umat sebelumnya dimana mereka dahulu hanya boleh mengerjakan shalat ditempat-tempat yang telah ditentukan.
  4. Keutamaan shalat dalam syarit islam yang mulia ini dan keistemewaan mengerjakan diawal waktu.
  5. Apaila mengerjakan ibadah wajib ditempat yang afdzal tidak mungkin maka boleh dikerjakan ditempat yang lain dan tidak boleh meninggalkan ibadah yang diperintahkan.
  6. Disyariatkannya bagi kita untuk menghitung nikmat Allah sehingga kita bisa mensyukurinya dan merasakan akan besarnya anugra yang diberikan oleh Allah kita kita.
  7. Menunjukkan kemuliaan bani adam, karena mereka diciptakan dari tanah dan air, keduanya adalah merupakan sesuatu yang suci.

Harapan kami kiranya tulisan ini bermanfaat buat penulis dan semuanya. Dan mudah-mudahan menjadi pemberat timbangan amal serta jariyah bagi siapa saja yang menyebarkan kebaikan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, segenap keuarga, para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

Penulis : โœ’ Al-faqiir ilaa 'afwi Robbih, Abu harits, Hamidin as-sidawy ( 17/02/1442 H )
Asal Kota : Sidayu, Gresik jatim
Alamat : Soreang Bandung
Aktifitas : Islamic Center Mekkah al-Mukarramah.
Nama Lembaga : Pembina Multaqa Du'at Indonesia
Pendidikan : AL-FURQON, LIPIA, UIM

User Rating: Be the first one !

Tentang admin

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *