Beranda » Artikel » Hanya Allah Yang Mampu Menyatukan Hati Ummat ini 

Hanya Allah Yang Mampu Menyatukan Hati Ummat ini 

Hanya Allah yang mampu menyatukan hati ummat ini 

✍️Telah berlalu sejarah panjang kehidupan manusia sejak keberadaan mereka di bumi ini. Jatuh bangun silih berganti para penguasa yang telah membangun peradaban manusia.

Demikian pula dengan sejarah ummat Islam ini, sejak didakwahkan awal mulanya oleh Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم lebih dari 1400 tahun yang lalu, kemudian diteruskan oleh para sahabatnya dan orang-orang yang setelah generasi mereka.

Silih berganti para penguasa yang telah membangun peradaban ummat ini, namun hanya satu yang dikekalkan oleh Allah sebagai penyatu diantara mereka, yaitu Tauhid.

Berbagai slogan pemersatu umat Islam telah diterapkan untuk menyatukan hati mereka, namun semua gagal, hanya satu yang berhasil menyatukan hati mereka, yaitu ketundukan dan ketaatan kepada Allah diatas agama Tauhid.

Hanya Allah yang mampu menyatukan hati ummat Islam. Dan Allah hanya akan menyatukan hati mereka manakala mereka sudah bersatu diatas ketauhidan.

Allah telah memberikan pernyataan yang tegas dan jelas bahwa hati manusia hanya Dia yang yang mampu menyatukannya.
Allah berfirman,

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan Dia yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfaal: 63).

Berkata Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar,

Ibnu Abbas berkata : Sesunguhnya nikmat telah dikufuri, dan kasih sayang telah diputuskan, dan sesungguhnya Allah ta’ala mempersatuhan diantara hati-hati hamba-Nya, dan jika Dia mendekati hati-hati hamba-hamba Nya niscaya tidak akan terusik oleh hal apapun selamanya, kemudian Ibnu Abbas mengutip firman Allah :

{ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ }

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka“.
(Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar)

Berkata Imam Ibnu Katsir رحمه الله,
Yakni Dia (Allah) yang mempersatukannya untuk beriman kepadamu, taat menolongdan membantumu.

{لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ}

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka (Al-Anfal: 63)
Karena sebelum itu telah ada permusuhan dan kebencian di antara mereka. Orang-orang Ansar di masa Jahiliah sering berperang di antara sesama mereka, yaitu antara kabilah Aus dan kabilah Khazraj. Terjadi pula berbagai peristiwa yang berantai kejahatan yang panjang, sehingga akhirnya Allah memadamkan pertikaian itu dengan nur keimanan, seperti yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:

{وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ}

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hati kalian, lalu menjadikan kalian karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kalian telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian, agar kalian mendapat petunjuk“. (Ali Imran: 103)

Rasulullah صلى الله عليه وسلم berkhotbah kepada orang-orang Ansar mengenai masalah ganimah Hunain. maka beliau bersabda kepada mereka:

“يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ، أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمُ اللَّهُ بِي، وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمُ اللَّهُ بِي، وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَأَلَّفَكُمُ اللَّهُ بِي” كُلَّمَا قَالَ شَيْئًا قَالُوا: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنَّ.

Hai orang-orang Ansar, bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah memberikan petunjuk kepada kalian melalui diriku: dan kalian dalam keadaan miskin, lalu Allah memberikan kecukupan kepada kalian melalui diriku; dan kalian dalam keadaan berpecah-belah, lalu Allah menjinakkan hati kalian melalui diriku. Setiap kali Rasulullah mengucapkan sesuatu, mereka menjawab, “Kami hanya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR Bukhari Muslim)
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya dalam ayat ini:

{وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ}

tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (Al-Anfal: 63)
Yakni Mahaperkasa Zat-Nya, maka Dia tidak akan mengecewakan orang-orang yang bertawakal kepada-Nya: lagi Mahabijaksana dalam semua perbuatan dan hukum-hukum Nya.

Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa kerabat hubungan rahim dapat terputuskan dan pemberian nikmat dapat diingkari, tetapi belum pernah terlihat suatu perumpamaan yang mengungkapkan penjinakan hati di antara sesama orang-orang yang bertikai, (seperti yang telah Allah berikan kepada kaum Anshar), karena Allah telah berfirman:

Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. (Al-Anfal: 63), hingga akhir ayat. (HR Al-Baihaqy)
(Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim, Ibnu Katsir)

📌Faedah ayat.
Dulu, Allah yang menyatukan hati orang-orang mukmin yang mendukung Rasulullah صلى الله عليه وسلم setelah mereka bercerai-berai.

Seandainya Rasulullah membelanjakan semua harta yang ada di bumi ini untuk menyatukan hati mereka yang bercerai-berai itu pasti beliau tidak akan dapat menyatukan hati mereka. Tetapi Allah sendiri yang mampu menyatukan hati mereka.

Sesungguhnya Dia Maha Perkasa dalam kerajaan-Nya, tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan-Nya, lagi Maha Bijaksana dalam menentukan takdir-Nya, mengatur makhluk-Nya, dan menetapkan syariat-Nya.

Ketika dulu Rasulullah صلى الله عليه وسلم saja tidak mampu menyatukan hati kaum muslimin, seandainya Allah tidak menghendaki, maka bagaimana mungkin hati ummat Islam sekarang ini akan bersatu jika tidak dikehendaki oleh Allah.

Dan Allah hanya menghendaki bersatunya ummat ini diatas ketundukan dan ketaatan kepada-Nya dengan agama Tauhid.

Sesungguhnya bersatu dan tunduknya hati kepada Allah adalah sebuah kenikmatan di antara nikmat-nikmat yang Dia berikan kepada orang-orang yang beriman. Oleh karena itu, Nabi صلى الله عليه وسلم memperingatkan agar orang-orang beriman tidak berpecah belah dan bersatu dalam ketaatan kepada pemimpin-pemimpin mereka yang beroegang kepada agama Tauhid yang Haq dan lurus.

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc ✏️📚✒️.🔥..
User Rating: 4.85 ( 2 votes)

Tentang admin

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *