Beranda » Artikel » Dibawah Naungan Al-Qur’an 

Dibawah Naungan Al-Qur’an 

📒 Dibawah naungan Al-Qur’an 

✍️ Al-Qur’an merupakan kitab Allah yang memuat undang-undang dan hukum-hukum Islam. Kitab ini merupakan sumber pedoman manusia di dunia dan akhirat.

Al-Qur’an merupakan sumber kebaikan dan hikmah.
Al-Qur’an adalah panduan kehidupan bagi manusia. Karena itu, tidak ada sa tu pun sisi kehidupan kecuali Al-Qur’an telah memberikan panduan secara lengkap, dari hal yang terkecil hingga yang terbesar. Manusia tinggal mengikuti panduan itu, pasti meraih kesuksesan dan kebahagiaan hidup yang hakiki di dunia dan di akhirat.
Allah berfirman,

طه
مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآَنَ لِتَشْقَى
إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَى

Thaha. Tidaklah Kami turunkan Alquran kepadamu untuk memberatkanmu.
Melainkan sebagai pengingat bagi siapa saja yang takut (kepada Allah).” (Thaha: 1–3)

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di,

Thaha, Maksud diturunkan Al Qur’an dan ditetapkan syari’at bukanlah agar engkau kesusahan. Al Qur’an dan syariat yang ditetapkan Yang Maha Pengasih adalah agar seseorang memperoleh kebahagiaan dan keberuntungan, Dia memudahkan semua jalan yang menuju ke arah sana dan menjadikannya makanan bagi ruh dan hati, yang jika berhadapan dengan fitrah yang masih selamat dan akal yang sehat niscaya akan menerima dan tunduk kepadanya karena kandungannya yang berisi kebaikan di dunia dan akhirat.

Yakni agar orang yang takut kepada Allah ingat dan sadar, di mana dengan mengingat targhib (dorongan) yang disebutkan di dalamnya ia dapat mencapai harapan yang utama, dan dengan mengingat tarhib (ancaman kerugian dan kesengsaraan) ia dapat menjauhinya, dan ia pun ingat hukum-hukum syar’i secara rinci yang sebelumnya tergambar secara garis besar di akalnya, lalu sesuailah hukum-hukum yang disebutkan secara rinci itu dengan apa yang diperolehnya dalam fitrah dan akalnya. Oleh karena itu, Allah menamai Al Qur’an dengan tadzkirah (pengingat), di mana ia merupakan pengingat hal yang telah ada, hanyasaja kebanyakan manusia lalai darinya.

Namun pengingat ini dikhususkan bagi orang-orang yang takut kepada Allah, karena selain mereka tidak dapat mengambil manfaat darinya, dan bagaimana mungkin orang yang tidak beriman kepada surga dan neraka dapat mengambil manfaat darinya, demikian pula orang yang di hatinya tidak ada rasa takut kepada Allah?
(Taisir Karim Ar-Rahman, Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di)

Hidup di bawah naungan Al-Qur’an adalah kenikmatan yang tidak bisa diketahui kecuali oleh orang yang merasakannya. Kenikmatan hidup di bawah naungan Al-Qur’an itulah yang menyebabkan para Salafus Sholih dan generasi Islam sepanjang masa mampu menikmati hidup di dunia yang sementara ini dengan sangat indah dan bahagia dengan berbagai karya dan peradaban yang menakjubkan.

Al-Qur’an adalah Kalamullah yang sempurna, orisinal dan terjaga hingga hari Kiamat. Al-Qur`an bukan sekedar sesuatu yang tertulis dalam lembaran-lembaran, atau terpampang pada mushaf-mushaf , namun ia telah dipraktekkan secara nyata dan ideal di masa Rasulullah dan dalam kehidupan Salafus Sholeh.

Perilaku keseharian generasi emas didikan Rasulullah sungguh luar biasa.
Hari-hari mereka selalu basah oleh lantunan ayat-ayat-Nya, hati mereka begitu tersentuh, tunduk, hingga menangis karena keagungan firman-firman Allah.

Kebaikan yang ada dalam generasi Salaf betul-betul nampak dengan Al-Qur’an sebagaimana disampaikan oleh Nabi صلى الله عليه وسلم,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (H.R. Al-Bukhari)

Mereka benar-benar sebagai generasi Qur’ani yang hidup dan mati mereka bersama Al-Qur’an dan untuk Al-Qur’an. Mereka melaksanakan perintah Allah,

وَلَـٰكِن كُونُوا۟ رَبَّـٰنِیِّـۧنَ بِمَا كُنتُمۡ تُعَلِّمُونَ ٱلۡكِتَـٰبَ وَبِمَا كُنتُمۡ تَدۡرُسُونَ.

Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
(Ali ‘Imran: 79)

Terdapat perbedaan yang jauh antara generasi Qur’ani dengan generasi yang belum dibentuk karakternya, pemikirannya dan prilakunya oleh Al-Qur’an.

Generasi Qur’ani adalah generasi terbaik sepanjang zaman. Generasi yang mampu mengintegrasikan antara ucapan, keyakinan dan perbuatan. Hidup dan matinya untuk Islam dan umat Islam. Setiap langkah hidupnya didasari Al-Qur’an. Apa yang diperintah Al-Qur’an mereka kerjakan dan apa saja yang dilarang Al-Qur’an mereka tinggalkan.

Al-Qur’an itu telah memuliakan orang-orang yang tadinya hina seperti yang terjadi pada generasi Sahabat dan seterusnya. Al-Qur’an itu telah meninggikan derajat orang-orang yang tadinya budak dan hamba sahaya seperti yang dialami oleh Bilal Bin Rabah dan sebagainya.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,

إن اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.“ (HR. Muslim, 817)

Al-Qur’an itu telah memerdekakan orang-orang yang tadinya terjajah oleh penguasa zhalim dan para pengusaha curang seperti yang dialami oleh kaum Muslimin Makah dan sebagainya. Al-Qur’an itu telah berhasil membawa manusia yang tadinya hidup tersesat kepada jalan hidup yang lurus, yang penuh berkah seperti yang dialami oleh kalangan Muhajirin, Anshor dan generasi berikutnya.

Wallahu a’lam

🍃 Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc ✏️📚✒️.📒..
User Rating: Be the first one !

Tentang admin

Periksa Juga

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT

CERMINAN SALAF TENTANG SHALAT   Sedih terasa hati ini, jika kita menyaksikan keadaan kaum muslimin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *