Beranda » Akhlak » Bagaimana Metode dalam Menasehati Pemimpin

Bagaimana Metode dalam Menasehati Pemimpin

🔰 Bagaimana Metode dalam Menasehati Pemimpin 🔰

🔸Syaikh Ibnu Utsaimin -Semoga Allah merahmatinya- berkata :

🔹 1. Anda harus meyakini bahwa kewajiban untuk mentaati seorang pemimpin adalah dalam hal yang di luar ma’siat kepada Allah. Karena jika anda tidak meyakini demikian, maka anda tidak akan pernah mentaatinya, karena yang mewajibkan untuk taat kepadanya adalah Allah ‘Azza wa Jalla.

🔹 2. Kita harus mentaati mereka (para pemimpin), walaupun mereka berbuat ma’siat, kecuali dalam hal ma’siat kepada Allah, Artinya : Andaikan mereka orang-orang yang fasik, meminum khamr, main perempuan dan berjudi, maka kita wajib mentaati mereka. akan tetapi tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan.

🔹 3. Janganlah kita memprovokasi mereka di hadapan halayak orang banyak. Memprovokasi bisa berupa menyebut- nyebut kejelekan para pemimpin dan menyembunyikan kebaikan-kebaikan mereka.

🔹 4. Menampakan kesalahan mereka yang menyelisihi syari’at. artinya kita tidak boleh diam, akan tetapi kita menasihatinya dengan bijak dan tertutup, bukan dengan cara kita berdiri di hadapan orang banyak, lalu kita menyebarkan aib- aibnya dan hendaklah ada Seorang yang mengambil tangannya dan mengajaknya bicara secara sembunyi- sembunyi atau mengirimkan surat kepadanya secara sembunyi-sembunyi juga.

🔹 5. Menghormatinya dengan penghormatan yang layak. Dan bukan menghormati pemimpin seperti menghormati orang lain secara umum.

🔹 6. Diantara bentuk nasihat bagi seorang pemimpin adalah kita tidak mendustai-nya. Kita harus menampakkan kepadanya perkara-perkara sebagaimana mestinya bukan menyelisihi keadaan. Artinya kita menjelaskan kepadanya kebenaran perkara baik dan buruknya.

🔹 7. Diantara bentuk nasihat buat para pemimpin, adalah kita menjalankan tugas-tugas yang ada di bawah kekuasaannya. Yaitu hendaknya anda bekerja seolah-olah anda sebagai penanggung jawab pertama.

🔹 8. Kita mendo’akan mereka kepada Allah agar diberikan taufiq dan kekuatan serta komitmen. Dan semoga Allah memperbaiki keturunan mereka, dan menjauhkan mereka dari keturunana yang jahat

(Fathu Dzil Jalali wal ikram 15/ 412-41)

📚  KAIDAH PENTING 📚

Semua bentuk pengingkaran orang salaf dahulu terhadap para pemimpin adalah dilakukan secara terang-terangan dan di hadapan mereka bukan di belakang mereka.

🔸 Syaikh Ibnu Utsaimin-Rahimahullah- mengatakan:

Ada perbedaan antara seorang penguasa atau hakim yang anda ingin berbicara kepadanya baik secara langsung atau tidak, karena semua bentuk pengingkaran yang datang dari salaf adalah hasil dari tatapan langsung dengan seorang pemimpin. Bedanya adalah apabila ia hadir di tempat, memungkinkan ia untuk membela dirinya dan menjelaskan pandangannya, bisa jadi ia terkena sesuatu padahal kita yang salah (menilai), Akan tetapi apabila ia tidak hadir di tempat, ia tidak bisa membela dirinya, dan ini jelas termasuk dari bentuk kedzaliman.

Yang benar, adalah anda tidak boleh membicarakan salah seorang pemimpin di belakangnya. Dan apabila anda sangat menginginkan kebaikan, maka pergilah kepadanya dan temuilah serta berilah nasihat antara anda dengannya.

(Liqa’aat Al bab Al maftuh 3/359)

✒ Alih bahasa
Abu harits, Hamidin As-sidawy

(06/01/1441 H)

User Rating: 5 ( 1 votes)

Tentang admin

Periksa Juga

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir

Waspada Dari Menyerupai Model Orang Kafir   Kemajuan teknologi yang tidak diimbangi dengan peningkatan keimanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *